<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alipha&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://blog.alipha.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.alipha.net</link>
	<description>Sepenggal Kisah Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Jun 2010 13:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Get the best computer prices at shopwiki</title>
		<link>http://blog.alipha.net/get-the-best-computer-prices-at-shopwiki/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/get-the-best-computer-prices-at-shopwiki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 13:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviuku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[A difficulty for someone who will shopping online in a conventional store is seeking reliable, have excellent service and unbeatable prices. First, we need to make comparisons between one shop to another before finding a good shop. sometimes we get a shop that is reliable and satisfactory service but has expensive price.
Shopwiki is an online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">A difficulty for someone who will shopping online in a conventional store is seeking reliable, have excellent service and unbeatable prices. First, we need to make comparisons between one shop to another before finding a good shop. sometimes we get a shop that is reliable and satisfactory service but has expensive price.<span id="more-493"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.shopwiki.com/">Shopwiki</a></strong> is an online shopping revolutioner. Unlike conventional shopping stores, Shopwiki is an online store that collects nearly all the products from various online stores on the internet. Its method is similar with crawl google. With this method, the buyer will get the best price. Buyers no longer need to search for the cheapest products in many places, they simply visit shopwiki, conduct searches and they will get what they want.</p>
<p style="text-align: justify;">There are a wide range of products available in shopwiki with varied prices. For those of you who are looking for computer products, shopwiki is the place. available <strong><a href="http://www.shopwiki.com/wiki/Desktop+Computers">desktop computers</a></strong> of various models and brands. If you are someone who has high mobility, a <strong><a href="http://www.shopwiki.com/wiki/Laptop+Computers">laptop computer</a></strong> is right choice for you. And for those of you who enjoy listening to music, these days you&#8217;ll be more fun with <strong><a href="http://www.shopwiki.com/wiki/Computer+Speakers">a solid speaker</a></strong>. everything will be found at best prices. so what you waiting for, come shopping in shopwiki.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/get-the-best-computer-prices-at-shopwiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pagerank Blogku kok jadi N/A.. hiks..</title>
		<link>http://blog.alipha.net/pagerank-blogku-kok-jadi-na-hiks/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/pagerank-blogku-kok-jadi-na-hiks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog-Q]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berlalu 3 bulan, hati ini riang sekali karena pagerank blog ini menjadi 2. Padahal kalau melihat rutinitas update artikel, blog ini bisa dibilang masih jauh dari posting yang rutin. Paling-paling seminggu sekali atau bahkan dua minggu sekali. Tapi setelah kenaikan PR yang cukup signifikan, diri ini menjadi semangat lagi untuk lebih rutin mengupdate posting, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah berlalu 3 bulan, hati ini riang sekali karena pagerank blog ini menjadi 2. Padahal kalau melihat rutinitas update artikel, blog ini bisa dibilang masih jauh dari posting yang rutin. Paling-paling seminggu sekali atau bahkan dua minggu sekali. Tapi setelah kenaikan PR yang cukup signifikan, diri ini menjadi semangat lagi untuk lebih rutin mengupdate posting, rencananya minimal seminggu sekali atau 2 kali. Tapi apa dinyana dan disangka, beberapa hari lalu blog ini tiba2 PRnya menjadi N/A.<span id="more-489"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Waduh kenapa ini kok tiba2 jadi N/A, jangan-jangan dibanned nih sama google, tapi penyebabnya apa. Secara blog ini gak macem-macem masa&#8217; ya kena banned. Wah pusing ini.  Sempat kepikiran juga sih, mungkin hanya sementara saja. Kucoba memposting sebuah artikel, tapi setelah ditunggu sehari, dua hari, seminggu kok gak diindex sama google.. Wuaahh&#8230;. kayaknya benaran nih dibanned sama google..</p>
<p style="text-align: justify;">Hhmm.. berabe nih.. ya sudahlah.. ini mungkin postingan terakhir dari blog ini.. kalau tulisan ini ga diindex sama google, berarti benar blog ini telah dibanned.. Good Bye lah kalau begitu..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/pagerank-blogku-kok-jadi-na-hiks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Buku Putih Sri Mulyani Kasus Century</title>
		<link>http://blog.alipha.net/download-buku-putih-sri-mulyani-kasus-century/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/download-buku-putih-sri-mulyani-kasus-century/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 15:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[buku putih sri mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[download buku putih sri mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[download pdf buku putih]]></category>
		<category><![CDATA[kasus century buku putih]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Keuangan, Sri Mulyani baru-baru ini meluncurkan sebuah buku putih kasus century sebagai pembelaan dirinya atas tuduhan miring yang dituduhkan padanya dan lembaga-lembaga dibawah pimpinannya. Buku ini diberikan secara gratis atau cuma-cuma untuk memberikan penjelasan seluas-luasnya kepada masyarakat, antara lain mengenai kedudukan dan peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang sesungguhnya dalam polemik kasus ini.
Buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menteri Keuangan, <strong>Sri Mulyani</strong> baru-baru ini meluncurkan sebuah <a href="http://blog.alipha.net/download-buku-putih-sri-mulyani-kasus-century"><strong>buku putih kasus century</strong></a> sebagai pembelaan dirinya atas tuduhan miring yang dituduhkan padanya dan lembaga-lembaga dibawah pimpinannya. Buku ini diberikan secara gratis atau cuma-cuma untuk memberikan penjelasan seluas-luasnya kepada masyarakat, antara lain mengenai kedudukan dan peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang sesungguhnya dalam polemik kasus ini.<span id="more-482"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Buku</em> dengan halaman muka berwarna dasar <em>putih</em> itu dihiasi berbagai kutipan judul koran soal perlunya upaya cepat dan tepat pemerintah menghadapi krisis seperti kekhawatiran akan ancaman krisis keuangan global yang bisa menimpa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan jumlah halaman sebanyak 74 lembar, buku ini berusaha memaparkan secara lengkap proses pengambilan keputusan pemberian dana talangan kepada Bank Century yang dilakukan KSSK, antara lain bahwa prosedur ini dilakukan dengan niat baik dan pertimbangan akal sehat, semata-mata demi keselamatan perekonomian nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku yang dibuat oleh Tim Asistensi Sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Depkeu, mayoritas isinya menjelaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam mencegah krisis keuangan dunia menerpa perekonomian Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itu merupakan hasil dari sejumlah tindakan yang diambil pemerintah dengan cepat yang didukung oleh DPR.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alasan Menkeu dan Depkeu dalam buku putih itu merupakan pengulangan dan sudah basi. Justru itu menunjukkan sikap defensif Menkeu,&#8221; kata Ahmad Yani, anggota Pansus Hak Angket Kasus Bank Century dari PPP, siang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran <a href="http://blog.alipha.net/download-buku-putih-sri-mulyani-kasus-century"><strong>buku putih sri mulyani</strong></a> tersebut, sepertinya akan menjadi &#8216;alat bantu&#8217; bagi Menkeu yang dijadwalkan akan memberikan keterangan, Rabu (13/1) mendatang, di depan Pansus Hak Angket Kasus Bank Century.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun ke <em>Bank Century</em>, Sri Mulyani menjadi ketua KSSK yang memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Menkeu, pada hari yang sama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan sekretaris KSSK, Raden Pardede juga dijadwalkan untuk memberi keterangan di hadapan pansus.</p>
<p style="text-align: justify;">Menkeu <strong>Sri Mulyani</strong> dan mantan Gubernur BI Boediono diduga telah melakukan skenario pemberian dana talangan <em>Bank Century</em> dengan alasan dampak sistemik.</p>
<p style="text-align: justify;"><a style="text-decoration: line-through;" rel="nofollow" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8121480/BukuPutih_070110.pdf" target="_blank"><strong>Download Buku Putih Sri Mulyani Kasus Century</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Waspada.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/download-buku-putih-sri-mulyani-kasus-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Seputar Buku Membongkar Gurita Cikeas</title>
		<link>http://blog.alipha.net/kontroversi-seputar-buku-membongkar-gurita-cikeas/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/kontroversi-seputar-buku-membongkar-gurita-cikeas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 02:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Opiniku]]></category>
		<category><![CDATA[buku gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[George Junus Adijtondro]]></category>
		<category><![CDATA[gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus century]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar gurita cikeas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Kontroversi demi kontroversi nampaknya belum mau jauh-jauh dari negeri kita, setelah sederet kasus hukum yang pelik berlalu &#8211; sebut saja perseteruan KPK-POLRI, Prita versus RS Omni dan terakhir kasus Century, kini muncul kontroversi baru lewat terbitnya sebuah buku yang berjudul &#8221; Membongkar Gurita Cikeas&#8220;  oleh George Junus Adijtondro. Mengapa saya sebut kontroversi, tidak lain karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kontroversi demi kontroversi nampaknya belum mau jauh-jauh dari negeri kita, setelah sederet kasus hukum yang pelik berlalu &#8211; sebut saja perseteruan KPK-POLRI, Prita versus RS Omni dan terakhir kasus Century, kini muncul kontroversi baru lewat terbitnya sebuah buku yang berjudul &#8221; <a href="http://blog.alipha.net/kontroversi-seputar-buku-membongkar-gurita-cikeas/"><strong>Membongkar Gurita Cikeas</strong></a>&#8220;  oleh <span><em>George Junus Adijtondro</em>. Mengapa saya sebut kontroversi, tidak lain karena buku ini membahas dengan &#8216;vulgar&#8217;  Presiden SBY bersama partai demokrat perihal keterlibatannya dengan kasus Century yang disaat bersamaan kasus tersebut lagi ditangani oleh Pansus Century.<span id="more-474"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span><strong>George Junus Adijtondro</strong> </span>yang juga seorang guru besar Sosiology Korupsi di New Castle University Australia. sebelumnya pernah menulis sebuah buku yang menyinggung presiden ke 2 dan ke 3 RI yakni  Soeharto dan Bj Habibie lewat buku berjudul “Dari Soeharto ke Habibie : guru kencing berdiri, murid kencing berlari : kedua puncak korupsi, kolusi, dan nepotisme rezim Orde Baru” (Pijar Indonesia, 1998)</p>
<p style="text-align: justify;"><span>Buku Membongkar Gurita Cikeas s</span>etebal 183 halaman ini salah satunya membahas <img class="alignright" style="margin: 2px 8px;" src="http://alipha.net/wp-content/images/membongkarguritacikeas.jpg" alt="Membongkar Gurita Cikeas" width="173" height="250" />mengenai oligarki kekuasaan yang terbangun di seputar lingkaran kekuasaan SBY. George menjelaskan, lingkaran kekuasaan yang dimaksud adalah tiga komponen penyokong kekuasaan SBY. Yakni para menteri atau pejabat, pengusaha, dan keluarga. Tiga komponen ini, lanjut George, memiliki kontribusi besar dalam kemenangan SBY pada Pemilu 2009. Sedangkan skandal kasus Bank Century yang dipakai sebagai sub judul, hanya sebagai salah satu contoh kasus kecil pengguliran dana kampanye untuk SBY.</p>
<p style="text-align: justify;"><span>Kontan saja buku ini menimbulkan reaksi keras dari pihak SBY dan partai demokrat, </span>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lewat Juru Bicara Kepresidenan, Julian Pasha menyatakan bahwa  SBY menyatakan prihatin dengan data-data yang disajikan dalam buku itu karena banyak berisi ketidakbenaran dan fitnah. Meski begitu hingga kini belum ada intruksi menarik buku itu dari peredaran. &#8220;Disebutkan dengan fakta-fakta yang tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran,&#8221; urai Julian Pasha.</p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh senior Muhammadiyah, Amien Rais, tidak ketinggalan untuk mengomentari buku ini, beliau mengatakan, &#8220;Saya mendapat info yang masih sepihak. Buku ini merupakan gabungan dari berbagai sumber sekunder, seperti internet, jurnal, dan koran. Data-data ini kemudian digabung-gabungkan. Tidak ada hasil penelitian sendiri,&#8221; ujar Amien.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari benar tidaknya buku ini, saya pribadi berpandangan bahwa penerbitan <strong>buku membongkar gurita cikeas</strong> membuat citra pemerintahan SBY menjadi semakin buruk. Walau tuduhan dalam buku tersebut belum terbukti, akan tetapi &#8216;image&#8217; buruk tersebut sudah terlanjur melekat pada masyarakat. Hal ini tentu saja bisa menganggu kinerja pemerintahan dan akibatnya bisa berdampak buruk bagi perekonomian maupun kehidupan politik di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri bukan orang yang alergi akan kritik, akan tetapi cara penyampaiannya harus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Banyak pihak juga melihat bahwa buku ini hanya menggunakan data yang sudah umum beredar diinternet, sehingga mereka mengatakan bahwa <span><em>George Junus Adijtondro</em> hanya mencari sensasi saja. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Yang pasti secara logika harusnya </span><span>George Junus Adijtondro mempunyai data yang benar dan akurat karena sudah membuka perseteruan dengan orang nomor wahid di negeri ini. Jika terbukti bahwa data yang ada pada George benar adanya, kita tentu berharap agar kasus ini ditangani secara hukum. Akan tetapi apabila sebaliknya, maka saya berharap agar </span><span>George Junus Adijtondro dihukum karena sudah menambah kontroversi disaat negeri ini penuh dengan kontroversi. Disamping itu agar tidak ada lagi orang yang berbicara kepada khalayak ramai tentang kehormatan seseorang-apalagi presiden tanpa bukti dan cara yang benar.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Well, kita tunggu saja akhir dari drama <em>buku Membongkar Gurita Cikeas</em>..<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/kontroversi-seputar-buku-membongkar-gurita-cikeas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih pahala dengan puasa hari Arafah</title>
		<link>http://blog.alipha.net/meraih-pahala-dengan-puasa-hari-arafah/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/meraih-pahala-dengan-puasa-hari-arafah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 06:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[9 dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[hari arafah]]></category>
		<category><![CDATA[pahala puasa arafah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa hari arafah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa tarwiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Diantara deretan hari dalam setahun, ada satu hari dimana saat itu berkumpul jutaan kaum muslimin dalam satu tempat untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Ya, itulah hari arafah, satu diantara 10 hari dalam bulan dzulhijjah yang Allah muliakan. Pada hari itu bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa arafah. Pahala yang besar menanti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Diantara deretan hari dalam setahun, ada satu hari dimana saat itu berkumpul jutaan kaum muslimin dalam satu tempat untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Ya, itulah hari arafah, satu diantara 10 hari dalam bulan dzulhijjah yang Allah muliakan. Pada hari itu bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa arafah. Pahala yang besar menanti bagi siapa saja yang mau mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai sunnah. Bagi anda yang ingin secara detail syariat puasa arafah, berikut saya kutipkan penjelasan yang sangat detail dari <a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/11/puasa-arafah.html" target="_blank"><strong>al Akh Abu Al Jauzaa&#8217; dalam blognya</strong></a>.<span id="more-468"></span>Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :</p>
<p style="text-align: right;">صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ، وَ السَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ</p>
<p style="text-align: justify;">“Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang”.[1]</p>
<p>An-Nawawiy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">قوله صلى الله عليه وسلم: &#8220;صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده&#8221; معناه يكفر ذنوب صائمه في السنتين، قالوا: والمراد بها الصغائر،</p>
<p style="text-align: justify;">“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang’ ; maknanya adalah menghapuskan dosa-dosa bagi orang yang berpuasa pada hari itu selama dua tahun. Mereka (para ulama) berkata : Maksudnya adalah menghapus dosa-dosa kecil” [Syarh Shahih Muslim, 8/50-51].</p>
<p style="text-align: right;">قوله صلى الله عليه وسلم في يوم عرفة &#8221; يكفر السنة الماضية والمستقبلة &#8221; قال الماوردى في الحاوى فيه تأويلان (أحدهما) ان الله تعالي يغفر له ذنوب سنتين (والثانى) ان الله تعالي يعصمه في هاتين السنتين فلا يعص فيهما وقال السرخسي أما السنة الاولي فتكفر ما جرى فيها قال واختلف العلماء في معنى تكفير السنة الباقية المستقبلة وقال بعضهم معناه إذا ارتكب فيها معصية جعل الله تعالي صوم يوم عرفة الماضي كفارة لها كما جعله مكفرا لما في السنة الماضية وقال بعضهم معناه ان الله تعالي يعصمه في السنة المستقبلة عن ارتكاب ما يحتاج فيه إلى كفارة</p>
<p style="text-align: justify;">“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengenai hari ‘Arafah : ‘dapat menghapus dosa-dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang’ ; berkata Al-Maawardiy dalam Al-Haawiy bahwasannya hadits ini mempunyai dua penafsiran. Pertama, Allah ta’ala mengampuni dosa-dosanya selama dua tahun; Kedua, Allah ta’ala menjaganya untuk tidak berbuat dosa selama dua tahun. As-Sarkhaasiy berkata : ‘Adapun tahun pertama, maka dosa-dosanya akan diampuni’. Ia melanjutkan : ‘Para ulama berbeda pendapat mengenai makna penghapusan dosa di tahun selanjutnya (tahun depan). Sebagian mereka mengatakan, maknanya adalah bila seseorang melakukan maksiat pada tahun itu, Allah ta’ala akan menjadikan puasa di hari ‘Arafah yang ia lakukan di tahun lalu sebagai penghapus, sebagaimana ia menjadi penghapus dosa di tahun sebelumnya. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa maknanya adalah Allah ta’ala menjaganya dari melakukan dosa di tahun depan” [Al-Majmu’ Syarhul-Muhadzdzab, 6/381].</p>
<p>Ash-Shan’aniy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">استشكال تكفير ما لم يقع، وهو ذنب السنة الآتية، وأجيب بأن المراد أنه يوفق فيها لعدم الإتيان بذنب؛ وسماه تكفيراً لمناسبة الماضية، أو أنه إن أوقع فيها ذنباً، وفق للإتيان بما يكفره.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sulit diterima penghapusan dosa yang belum terjadi, yaitu dosa tahun yang akan datang. Pendapat itu dibantah dengan alasan bahwa yang dimaksudkan adalah bahwa ia diberi taufiq pada tahun yang akan datang untuk tidak melakukan dosa. Hanya saja itu dinamai penghapusan untuk penyesuaian dengan istilah tahun lalu. Atau bahwa jika dia melakukan dosa tahun yang akan datang, maka ia diveri taufiq untuk melakukan sesuatu yang akan menghapuskannya” [Subulus-Salaam, 2/461].</p>
<p>Mengenai jenis dosa yang dihapuskan Allah ta’ala dari amalan puasa ‘Arafah, An-Nawawiy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">قلت وفى معنى هذه الاحاديث تأويلان (أحدهما) يكفر الصغائر بشرط أن لا يكون هناك كبائر فان كانت كبائر لم يكفر شيئا لا الكبائر لا الكبائر ولا الصغائر (والثانى) وهو الاصح المختار انه يكفر كل الذنوب الصغائر وتقديره يغفر ذنوبه كلها إلا الكبائر قال القاضى عياض رحمه الله هذا المذكور في الاحاديث من غفران الصغائر دون الكبائر هو مذهب أهل السنة وان الكبائر إنما تكفرها التوبة أو رحمة الله تعالي</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku katakan : hadits-hadits ini mempunyai dua penafsiran : Pertama, menghapus dosa-dosa kecil dengan syarat ia tidak melakukan dosa besar. Jika ada dosa besar, maka tidak akan menghapus apapun, baik dosa besar ataupun dosa kecil. Kedua, &#8211; dan ini adalah pendapat yang lebih shahih/benar lagi terpilih – ia menghapus setiap dosa kecil. Jadi pengetiannya adalah (Allah) mengampuni semua dosanya, kecuali dosa besar. Telah berkata Al-Qaadliy ‘Iyaadl rahimahullahu ta’ala : ‘Apa yang disebutkan dalam hadits-hadits ini berbicara tentang pengampunan terhadap dosa-dosa kecil, selain dosa besar. Inilah madzhab Ahlus-Sunnah, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan taubat atau rahmat Allah ta’ala” [Al-Majmu’ Syarhul-Muhadzdzab, 6/382].</p>
<p style="text-align: justify;">Disunnahkannya puasa ‘Arafah ini khusus bagi mereka yang tidak sedang melakukan wuquf di ‘Arafah. Adapun yang sedang wuquf di ‘Arafah, maka tidak disunnahkan.</p>
<p style="text-align: right;">عن أبي نجيح قال سئل بن عمر عن صوم يوم عرفة بعرفة فقال : حججت مع النبي صلى الله عليه وسلم فلم يصمه ومع أبي بكر فلم يصمه ومع عمر فلم يصمه ومع عثمان فلم يصمه وأنا لا أصومه ولا آمر به ولا أنهى عنه</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Abu Najiih ia berkata : Ibnu ‘Umar pernah ditanya tentang puasa ‘Arafah, lalu ia menjawab : “Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak berpuasa, bersama Abu Bakar dan ia tidak berpuasa, bersama ‘Umar dan ia tidak berpuasa, juga bersama ‘Utsmaan dan ia tidak berpuasa. Adapun aku tidak berpuasa, tidak memerintahkannya, dan tidak pula melarangnya” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 751, Ahmad 2/47 &amp; 50, Ad-Daarimiy no. 1772, Abu Ya’laa no. 5595, Ibnu Hibbaan no. 3604, dan Al-Baghawiy no. 1792; shahih].[2]</p>
<p style="text-align: right;">عن أم الفضل بنت الحارث : أَنَّ نَاساً تَمَارَوا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ بَعضُهُمْ : هُوَ صَائِمٌ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ : لَيْسَ بِصَائِمٍ. فَأَرْسَلَتُ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيْرِهِ فَشَرِبَهُ.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ummul-Fadhl binti Al-Haarits : Bahwasannya orang-orang berdebat di sisinya pada hari ‘Arafah tentang puasa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka berkata : “Beliau berpuasa”. Sebagian lain berkata : “Beliau tidak berpuasa”. Lalu aku (Ummul-Fadhl) mengirimkan pada beliau satu wadah yang berisi susu ketika beliau sedang wuquf di atas ontanya. Maka, beliau meminumnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 1988 dan Muslim no. 1123].</p>
<p style="text-align: right;">عن سَعِيدِ بْنِ جُبَيرٍ، قَالَ : أَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ بِعَرَفَةَ، وَهُوَ يَأْكُلُ رُمَّاناً، فَقَالَ : أَفْطَرَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَةَ، فَبَعَثَتْ إِلَيْهِ أَمُّ الْفَضلِ بِلَبَنٍ، فَشَرِبَهُ.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Sa’iid bin Jubair, ia berkata : “Aku mendatangi Ibnu ‘Abbaas di ‘Arafah yang waktu itu sedang makan buah delima. Lalu ia berkata : ‘Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berbuka di ‘Arafah. Ummul-Fadhl pernah mengirim susu, lalu beliau meminumnya” [Diriwayatkan oleh An-Nasa’iy dalam Al-Kubraa no. 2828 dengan sanad shahih].</p>
<p>Inilah pendapat shahih dari jumhur ulama.</p>
<p>At-Tirmidziy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">وقد استحب أهل العلم صيام يوم عرفة إلا بعرفة</p>
<p style="text-align: justify;">“Para ulama menyenangi puasa di hari ‘Arafah, kecuali jika berada di ‘Arafah (melaksanakan wuquf haji)” [Sunan At-Tirmidziy, 2/116].</p>
<p>An-Nawawiy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">(واما) الحاج الحاضر في عرفة فقال الشافعي في المختصر والاصحاب يستحب له فطره لحديث أم الفضل وقال جماعة من أصحابنا يكره له صومه</p>
<p style="text-align: justify;">“Adapun bagi orang yang melaksanakan haji di ‘Arafah, berkata Asy-Syafi’iy dan murid-muridnya dalam Al-Mukhtashar : ‘Disunnahkan baginya untuk berbuka berdasarkan hadits Ummul-Fadhl. Dan berkata sekelompok dari shahabat kami : Dimakruhkan baginya untuk berpuasa” [Al-Majmu’, 6/380].</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Baaz rahimahullah pernah ditanya : “Apa hukum puasa di hari kesembilan bulan Dzulhijjah ?”. Maka beliau rahimahullah menjawab :</p>
<p style="text-align: right;">يوم التاسع سنة، يوم عرفة سنة لجميع الناس صيام يوم عرفة، سئل النبي عن يوم عرفة فقال عليه الصلاة والسلام: (يكفر الله به السنة التي قبله والسنة التي بعده) فيوم عرفة يسن صيامه للرجال والنساء إلا من كان في الحج فلا يصوم، من كان حاجاً فإنه يقوم يوم عرفة مفطراً هذه السنة، أما غير الحجاج فالسنة لهم أن يصوموا إذا تيسر ذلك.</p>
<p style="text-align: justify;">“(Puasa di) hari kesembilan adalah sunnah. Hari ‘Arafah adalah sunnah bagi seluruh kaum muslimin untuk berpuasa di dalamnya. Nabi pernah ditanya mengenai hari ‘Arafah, maka beliau ‘alaihish-shalaatu was-salaam menjawab : ‘Allah mengampuni dengannya dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang’. Oleh karena itu, pada hari ‘Arafah disunnahkan untuk berpuasa bagi laki-laki dan wanita kecuali bagi mereka yang melaksaksanakan haji, maka ia tidak berpuasa. Barangsiapa yang melaksanakan haji, maka pada hari ‘Arafah itu ia berbuka pada tahun ini. Adapun selain orang-orang yang berhaji, maka yang sunnah bagi mereka adalah berpuasa jika merasa ringan/mudah melaksanakannya” [sumber : http://www.ibnbaz.org.sa/mat/19016].</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada keterangan dari beberapa orang salaf yang tetap berpuasa walaupun mereka berada di ‘Arafah melakukan wuquf.</p>
<p style="text-align: right;">عن هشام بن عروة ، عن أبيه ، قال : &#8220;مَا شَهِدَ أَبِي عَرَفَةَ قَطُّ إِلَّا وَهُوَ صَائِمٌ&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Hisyaam bin ‘Urwah, dari ayahnya, ia berkata : “Tidaklah aku menyaksikan ayahku (‘Urwah bin Zubair)di ‘Arafah, kecuali ia sedang berpuasa” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraiy dalam Tahdziibul-Aatsaar no. 1057; shahih].</p>
<p style="text-align: right;">عن القاسم بن محمد ، قال : &#8221; رأيت عائشة عشية عرفة يدفع الإمام ، فتقف بعد حتى يقصى ما بينها وبين الناس من الأرض ، ثم تدعو بالشراب فتفطر &#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Al-Qaasim bin Muhammad, ia berkata : “Aku pernah melihat ‘Aisyah pada waktu sore di ‘Arafah meninggalkan (memisahkan diri dari) imam (rombongan haji). Ia berhenti sebentar hingga orang-orang jauh darinya, lalu minta dibawakan minuman dan mulai berbuka puasa” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraiy dalam Tahdziibul-Aatsaar no. 1059; shahih].</p>
<p>Hal itu sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah :</p>
<p style="text-align: right;">أكثر أهل العلم يستحبون الفطر يوم عرفة بعرفة ،وكانت عائشة وابن الزبير يصومانه، وقال قتادة : لا بأس به إذا لم يضعف عن الدعاء، وقال عطاء :أصوم في الشتاء ولا أصوم في الصيف، لأن كراهة صومه إنما هي معللة بالضعف عن الدعاء فإذا قوي عليه أو كان في الشتاء لم يضعف فتزول الكراهة</p>
<p style="text-align: justify;">“Kebanyakan ulama menyenangi berbuka pada hari ‘Arafah ketika berada di ‘Arafah. Adalah ‘Aisyah dan Ibnu Zubair tetap berpuasa (saat di ‘Arafah). Qataadah berkata : ‘Tidak mengapa dengannya jika tidak menyebabkan lemah untuk berdoa’. ‘Athaa’ berkata : ‘Aku berpuasa saat musim dingin, dan aku tidak berpuasa saat musim panas’. Kemakruhan berpuasa di waktu itu dikarenakan akan menyebabkan kelemahan untuk berdoa. Namun bila ia kuat melaksanakannya atau saat berada di musim dingin sehingga tidak membuat lemah, maka kemakruhan itu pun hilang” [Al-Mughniy, 3/58].</p>
<p><strong>Puasa ‘Arafah Menurut Negeri Masing-Masing atau Menurut Saudi ?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan ini menjadi khilaf di kalangan ulama’. Sebagian ulama memahami bahwa ibadah ini (dan juga ‘Iedul-Adlha)[3] tergantung pada sebab terlihatnya bulan Dzulhijjah, sebagaimana hal yang sama untuk permulaan Ramadlan dan Syawal. Sementara itu ulama lain berpendapat bahwa ibadah ini mengikuti ibadah haji di tanah Haram yang merupakan bentuk solidaritas para hujjaj. Dan dalam hal ini, kami mengikuti tarjih ulama pada pendapat kedua. Hal itu didasari oleh beberapa alasan berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Telah berlalu penjelasan bahwasannya puasa ‘Arafah disunnahkan hanya bagi mereka yang tidak melaksanakan wuquf di ‘Arafah. Ini mengandung pengertian bahwa puasa ‘Arafah ini terkait dengan pelaksanaan ibadah haji/wuquf. Jika para hujjaj telah wuquf, maka pada waktu itulah disyari’atkannya melaksanakan puasa ‘Arafah bagi mereka yang tidak melaksanakan haji.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Dalam nash-nash tidak pernah disebutkan puasa di hari kesembilan, namun hanya disebutkan puasa ‘Arafah. Berbeda halnya dengan puasa ‘Aasyuura yang disebutkan tanggalnya secara spesifik :</p>
<p style="text-align: right;">عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما يقول: حين صام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عاشوراء وأمر بصيامه، قالوا: يا رسول الله ! إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: &#8220;فإذا كان العام المقبل إن شاء الله، صمنا اليوم التاسع. قال: فلم يأت العام المقبل، حتى توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari ‘Abdullah bin ‘Abbaas radliyallaahu ;anhumaa, ia berkata : “Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di hari ‘Aasyuuraa dan memerintahkannya, para shahabat berkata : ‘Sesungguhnya ia adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani’. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Tahun depan, insya Allah, kita akan berpuasa di hari kesembilan”. Ibnu ‘Abbas berkata : “Sebelum tiba tahun depan, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah wafat” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1134].</p>
<p style="text-align: right;">عن ابن عباس يقول في يوم عاشوراء خالفوا اليهود وصوموا التاسع والعاشر</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Ibnu ‘Abbaas ia berkata tentang (puasa) hari ‘Aasyuuraa’ : “Selisihilah orang-orang Yahudi dan berpuasalah di hari kesembilan dan kesepuluh” [Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq no. 7839 dan Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 4/287; shahih].</p>
<p>Adapun perintah berpuasa ‘Arafah adalah :</p>
<p style="text-align: right;">صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ، وَ السَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ</p>
<p style="text-align: justify;">“Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang”</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jelas perbedaannya bahwa puasa ‘Arafah tidak tergantung pada urutan hari dalam bulan Dzulhijjah, namun pada pelaksanaan wuquf di ‘Arafah.</p>
<p>3. Telah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p style="text-align: right;">فطركم يوم تفطرون وأضحاكم يوم تضحون</p>
<p style="text-align: justify;">“Berbuka kalian adalah hari kalian berbuka dan penyembelihan kalian adalah hari kalian menyembelih” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2324, Al-Baihaqiy 1/251, Ad-Daaruquthniy 2/163; shahih. Lihat Shahiihul-Jaami’ no. 4225].</p>
<p style="text-align: right;">فطركم يوم تفطرون وأضحاكم يوم تضحون وعرفة يوم تعرفون</p>
<p style="text-align: justify;">“Berbuka kalian adalah di hari kalian berbuka, penyembelihan kalian adalah di hari kalian menyembelih, dan ‘Arafah kalian adalah di hari kalian melakukan wuquf di ‘Arafah” [Diriwayatkan oleh Asy-Syaafi’iy dalam Al-Umm 1/230 dan Al-Baihaqiy 5/176; shahih dari ‘Athaa’ secara mursal. Lihat Shahiihul-Jaami’ no. 4224].</p>
<p style="text-align: right;">يوم عرفة ويوم النحر وأيام التشريق عيدنا أهل الإسلام وهي أيام أكل وشرب</p>
<p style="text-align: justify;">“Hari ‘Arafah, hari penyembelihan (‘Iedul-Adlhaa), dan hari-hari tasyriiq adalah hari raya kita orang-orang Islam. Ia adalah hari-hari makan dan minum” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2419 dan At-Tirmidziy no. 773; shahih].</p>
<p style="text-align: justify;">Makna ’ penyembelihan kalian adalah hari kalian menyembelih’ dan ‘Arafah kalian adalah di hari kalian melakukan wuquf di ‘Arafah’ adalah mengikuti dan menyesuaiakan pelaksanakaan hari menyembelih dan pelaksanaan wuquf orang-orang yang melaksanakan haji di Makkah.</p>
<p>An-Nawawiy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">قَال أَصْحَابُنَا: وَليْسَ يَوْمُ الفِطْرِ أَوَّل شَوَّالٍ مُطْلقًا وَإِنَّمَا هُوَ اليَوْمُ الذِي يُفْطِرُ فِيهِ النَّاسُ بِدَليل الحَدِيثِ السَّابِقِ، وَكَذَلكَ يَوْمَ النَّحْرِ، وَكَذَا يَوْمَ عَرَفَةَ هُوَ اليَوْمُ الذِي يَظْهَرُ للنَّاسِ أَنَّهُ يَوْمَ عَرَفَةَ، سَوَاءٌ كَانَ التَّاسِعَ أَوْ العَاشِرَ قَال الشَّافِعِيُّ فِي الأُمِّ عَقِبَ هَذَا الحَدِيثِ: فَبِهَذَا نَأْخُذُ</p>
<p style="text-align: justify;">“Telah berkata shahabat-shahabat kami (fuqahaa’ Syafi’iyyah) : Tidaklah hari berbuka (‘Iedul-Fithri) itu (mempunyai pengertian) hari pertama bulan Syawal secara muthlaq. Ia adalah hari dimana orang-orang berbuka padanya dengan dalil hadits sebelumnya (yaitu : ‘Berbuka kalian di hari kalian berbuka’). Begitu pula dengan hari penyembelihan (Yaumun-Nahr/’Iedul-Adlhaa). Begitu pula dengan hari ‘Arafah, ia adalah hari yang nampak bagi orang-orang bahwasannya hari itu adalah hari ‘Arafah. Sama saja apakah itu hari kesembilan atau hari kesepuluh. Asy-Syaafi’iy berkata dalam Al-Umm saat berkomentar tentang hadits ini : Maka dengan inilah kami berpendapat…..” [Al-Majmu’’, 5/26].</p>
<p style="text-align: justify;">Hari yang nampak sebagai hari ‘Arafah adalah hari ketika orang-orang yang melaksanakan ibdah haji wuquf di ‘Arafah.</p>
<p>4. Husain bin Al-Harts Al-Jadaliy pernah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">أن أمير مكة خطب ثم قال : عهد إلينا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن ننسك للرؤية فإن لم نره وشهد شاهدا عدل نسكنا بشهادتهما &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bahwasannya amir kota Makkah pernah berkhutbah, lalu berkata : ‘Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah berpesan kepada kami agar kami (mulai) menyembelih berdasarkan ru’yah. Jika kami tidak melihatnya, namun dua orang saksi ‘adil menyaksikan (hilal telah tampak), maka kami mulai menyembelih berdasarkan persaksian mereka berdua….” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2338; shahih].</p>
<p style="text-align: justify;">Atsar di atas menunjukkan ru’yah hilal yang dianggap/dipakai untuk melaksanakan ibadah penyembelihan (dan semua hal yang terkait dengan haji) adalah ru’yah hilal penduduk Makkah, bukan yang lain. Dengan demikian, maka hadits tersebut menunjukkan bahwa pada masa itu Amir Mekkah-lah yang menetapkan pelaksanaan manasik haji, mulai dari wuquf di ‘Arafah, Thawaf Ifadlah, bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah, dan seterusnya. Atau dengan kata lain, penguasa yang menguasai kota Mekkah saat ini berhak menentukan wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah), pelaksanaan penyembelihan hewan kurban (10 Dzulhijjah), dan rangkaian manasik haji lainnya. Hal itu berarti negeri-negeri Islam lainnya harus mengikuti penetapan hari wukuf di Arafah, yaumun nahar (hari penyembelihan hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah) berdasarkan keputusan Amir Mekkah, atau penguasa yang saat ini mengelola kota Makkah.[4]</p>
<p>Wallaahu a’lam.</p>
<p>Itu saja yang dapat dituliskan, semoga ada manfaatnya.</p>
<p>[Abul-Jauzaa’ – perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor – http://abul-jauzaa.blogspot.com].</p>
<p style="text-align: justify;">[1] Diriwayatkan oleh Muslim no. 1162, ‘Abdurrazzaaq no. 7826 &amp; 7831 &amp; 7865, Ibnu Abi Syaibah 3/78, Ahmad 5/297 &amp; 308 &amp; 310-311, Abu Dawud no. 2425-2426, An-Nasa’iy dalam Al-Kubraa no. 2826, Ibnu Maajah no. 1730, Ibnu Khuzaimah no. 2087, Ibnu Hibbaan no. 3631-3632, Ath-Thahaawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar 2/72 &amp; 77 dan dalam Syarh Musykilil-Aatsaar no. 2967-2968, Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 4/286 &amp; 300, Ibnu ‘Abdil-Barr dalam At-Tamhiid 21/162, dan Al-Baghawiy no. 1789-1790, dari beberapa jalan dari Ghailaan bin Jariir, dari ‘Abdullah bin Ma’bad Az-Zimmaaniy, dari Abu Qatadah Al-Anshariy secara marfu’.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian orang ada yang melemahkan hadits ini dengan alasan bahwa ‘Abdullah bin Ma’bad tidak mendengar hadits dari Abu Qatadah radliyallaahu ‘anhu berdasarkan perkataan Al-Bukhariy rahimahullah :</p>
<p style="text-align: right;">لا نعرف سماعه ـ يعني عبد الله بن مَعْبَد ـ من أبي قَتَادَة</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami tidak mengetahui penyimakannya – yaitu ‘Abdullah bin Ma’bad – dari Abu Qataadah” [At-Taariikh Al-Kabiir, 3/68 &amp; 5/198].</p>
<p style="text-align: justify;">Ta’lil ini dijawab sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">a. Perkataan Al-Bukhariy di atas tidak secara sharih (jelas) meniadakan samaa’ ‘Abdullah bin Ma’bad dari Abu Qatadah. Hanya saja Al-Bukhariy mengatakan bahwa ia tidak mengetahui penyimakannya dari Abu Qatadah. Jika ia memastikan tidak adanya penyimakan, maka ia akan menggunakan lafadh : “Ia tidak mendengar darinya” atau “mursal” sebagaimana kebiasaan beliau dalam permasalahan ini. Adapun persyaratan Muslim dalam Shahih-nya adalah mu’asharah yang memungkinkan adanya pertemuan secara umum dari para perawi.</p>
<p style="text-align: justify;">b. Ibnu Abi Haatim (1/260) dan Ad-Daaruquthniy dalam Al-‘Ilal (6/152) saat mentarjih dua jalan sanad dari Ghailaan bin Jariir, mereka berdua tidak men-ta’lil adanya inqitha’ dan peniadaan samaa’ ‘Abdullah bin Ma’bad dari Abu Qatadah secara mutlak. Jika saja ini merupakan ‘illat, niscaya mereka menyebutkannya dan tidak men-tashhih-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">c. Ibnu Hajar dan Adz-Dzahabiy rahimahumallah menguatkan kebersambungan sanad ‘Abdullah bin Ma’bad dari Abu Qatadah. Ibnu Hajar berkata :</p>
<p style="text-align: right;">عبد الله بن معبد الزماني البصري روى عن أبي قتادة وأبي هريرة وعبد الله بن عتبة بن مسعود وأرسل عن عمر وعنه قتادة وغيلان بن جرير وثابت البناني والحجاج بن عتاب العبدي</p>
<p style="text-align: justify;">“’Abdullah bin Ma’bad Az-Zimmaaniy Al-Bashriy. Ia meriwayatkan dari Abu Qatadah, Abu Hurairah, dan ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’uud. Meriwayatkan secara mursal dari ‘Umar. Qatadah, Ghailaan bin Jariir, Tsaabit Al-Bunaaniy, dan Al-Hajjaaj bin ‘Attaab Al-‘Abdiy meriwayatkan darinya” [At-Tahziib, 6/36].</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini Ibnu Hajar hanya mengatakan mursal dalam riwayatnya dari ‘Umar, tidak pada Abu Qatadah, Abu Hurairah, dan ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’uud.</p>
<p>Adz-Dzahabiy berkata :</p>
<p style="text-align: right;">قال البخاري : لا يعرف له سماع من أبي قتادة،قلت ـ الذهبي ـ:لا يضره ذلك</p>
<p style="text-align: justify;">“Al-Bukhariy berkata : ‘Tidak diketahui penyimakannya dari Abu Qatadah’. Aku – (yaitu Adz-Dzahabiy) – berkata : “Hal itu tidak memudlaratkannya” [Diiwaan Adl-Dlu’afaa’, hal. 229].</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang melemahkan hadits ini juga berhujjah bahwa ‘Abdullah bin Ma’bad ini seorang yang dla’iif dimana sebagian ulama al-jarh wat-ta’diil memasukkannya dalam kitab Adl-Dlu’afaa’.</p>
<p>Dijawab :</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah menjadi satu hal yang ma’ruuf bahwa sebagian ulama al-jarh wat-ta’diil memasukkan beberapa perawi dalam kitab Adl-Dlu’afaa’ orang-orang yang diperbincangkan, baik yang itu bersifat tercela/merusak ataupun tidak. Contoh dalam permasalahan ini banyak. Salah satunya contohnya adalah Ibnu ‘Adiy telah memasukkan ‘Aliy bin Al-Madiniy dalam kitabnya Adl-Dlu’afaa’.</p>
<p style="text-align: justify;">‘Abdullah bin Ma’baad dalam hadits tersebut mempunyai mutaba’ah dari Iyaas bin Harmalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid no. 194, Ahmad 5/296 &amp; 304, An-Nasa’iy dalam Al-Kubraa 3/220-321, Al-Baihaqiy dalam Al-Kubraa 4/283, serta Ibnu ‘Abdil-Barr dalam At-Tamhiid 21/162 dari beberapa jalan dari Iyaas bin Harmalah, dari Abu Qataadah, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p style="text-align: right;">صوم عاشوراء يكفر السنة الماضية وصوم عرفة يكفر السنتين الماضية والمستقبلة</p>
<p style="text-align: justify;">“Puasa ‘Aasyuuraa’ menghapuskan dosa tahun yang lalu dan puasa ‘Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun yang lalu dan tahun depan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan hadits Abu Qataadah mempunyai syawaahid dari beberapa orang shahabat, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Sahl bin Sa’d radliyallaahu ‘anhuma. Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid no. 463, Ibnu Abi Syaibah 3/97, Abu Ya’laa no. 7548, Ath-Thabaraniy dalam Al-Kabiir 6/179, dari Sahl bin Sa’d, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ، غُفِرَ لَهُ سَنَتَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ</p>
<p style="text-align: justify;">“Barangsiapa yang berpuasa di hari ‘Arafah, niscaya ia akan diampuni (dari dosa-dosanya) dua tahun berturut-turut”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sanad hadits ini jayyid. Al-Haitsamiy berkata : “Diriwayatkan oleh Abu Ya’laa dan Ath-Thabaraniy dalam Al-Kabiir. Rijaal Abu Ya’laa adalah rijaal shahiih” [Majma’uz-Zawaaid, 3/189].</p>
<p style="text-align: justify;">2. Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma. Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath (Majma’ul-Bahrain no. 1573) dari Sa’iid bin Jubair, ia berkata :</p>
<p style="text-align: right;">سأل رجل عبد الله بن عمر عن صوم يوم عرفة فقال:&#8221; كنا ونحن مع رسول الله صلى الله عليه وسلم يعدله بصوم سنتين&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada seorang laki-laki bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Umar tentang puasa hari ‘Arafah. Maka ia berkata : ‘Kami dulu pernah bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dimana beliau menyamakannya dengan puasa selama dua tahun”.</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Haitsaimiy berkata : “Hadits tersebut hasan” [Majma’uz-Zawaaid, 3/190].</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hadits dari jalan lain yang dla’if.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan, hadits tersebut adalah shahih.</p>
<p style="text-align: justify;">[2] Sebagian ulama menggunakan riwayat ini sebagai dalil dimakruhkannya puasa ‘Arafah. Ini tidak benar, karena dalam riwayat tersebut Ibnu ‘Umar menceritakan keadaannya saat berhaji bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman radliyallaahu ‘anhum. Tentu saja ini pembicaraan ini dalam konteks wuquf di ‘Arafah bagi orang yang berhaji.</p>
<p>[3] Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">أن الذبح بالمشاعر أصل، وبقية الأمصار تبع لمكة، ولهذا كان عيد النحر العيد الأكبر، ويوم النحر يوم الحج الأكبر&#8230;..‏</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesungguhnya menyembelih di masyaair adalah pokok, dan penyembelihan di tempat lain adalah mengikuti Makkah. Oleh karena itu hari raya penyembelihan (‘Iedul-Adlhaa) adalah hari raya yang besar. Hari penyembelihan adalah hari haji akbar…..” [Majmuu’ Al-Fataawaa, 24/227].</p>
<p>Ibnu Rajab Al-Hanbaliy rahimahullah berkata :</p>
<p style="text-align: right;">ويكون تعجيل صلاة الأضحى بمقدار وصول الناس من المزدلفة إلى منى ورميهم وذبحهم -نص عليه أحمد في رواية حنبل- ؛ ليكون أهل الأمصار تبعاً للحاج في ذَلِكَ ؛ فإن رمي الحاج الجمرة بمنزلة صلاة العيد لأهل الأمصار</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan pelaksanaan shalat ‘Iedul-Adlhaa disesuaikan dengan sampainya orang-orang (yang melaksanakan ibadah haji) dari Muzdalifah menuju Mina, melempar jumrah mereka, dan penyembelihan mereka – hal ini dinyatakan oleh Ahmad dalam riwayat Hanbal &#8211; . Dan orang-orang yang ada di tempat lain, hendaknya mengikuti orang-orang yang berhaji dalam hal tersebut. Sesungguhnya waktu pelemparan jumrah oleh orang-orang yang melaksanakan haji di Muzdalifah, maka waktu itu adalah waktu pelaksanaan shalat ‘Ied bagi orang-orang yang ada di tempat lain” [Fathul-Baariy].</p>
<p style="text-align: justify;">[4] Point ini saya mengambil faedah dari al-akh Abu Hannan di : http://salafyitb.wordpress.com/2007/01/24/al-imam-ibnu-utsaimin-shaum-arafah-tidak-mengikuti-saudi/ &#8212; komentar tanggl 22 Pebruari 2007.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/meraih-pahala-dengan-puasa-hari-arafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Nenek Minah dan Buah Kakao</title>
		<link>http://blog.alipha.net/kisah-nenek-minah-dan-buah-kakao/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/kisah-nenek-minah-dan-buah-kakao/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 14:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Opiniku]]></category>
		<category><![CDATA[kasus nenek minah]]></category>
		<category><![CDATA[mencuri kakao dihukum]]></category>
		<category><![CDATA[minah kakao]]></category>
		<category><![CDATA[nenek minah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tak pernah terbayang dalam benak seorang nenek Minah bahwa dirinya akan berurusan dengan polisi bahkan pengadilan akibat perbuatannya mengambil buah kakao. Nenek Minah (55 tahun) yang berasal dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, diputus hukuman 1 bulan 15 hari akibat perbuatannya mengambil 3 (buah atau kilogram) oleh Majelis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mungkin tak pernah terbayang dalam benak seorang nenek Minah bahwa dirinya akan berurusan dengan polisi bahkan pengadilan akibat perbuatannya mengambil buah kakao. Nenek Minah (55 tahun) yang berasal dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, diputus hukuman 1 bulan 15 hari akibat perbuatannya mengambil 3 (buah atau kilogram) oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Purwokerto yang menyidangkan perkaranya, Kamis (19/11). Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa nenek Minah hanya menjalani tahanan rumah dengan masa percobaan 3 bulan, artinya si nenek tidak perlu meringkuk di sel penjara dengan syarat selama 3 bulan tidak boleh tersangkut masalah pidana. <span id="more-457"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kisah nenek Minah dan buah kakao, beberapa hari terakhir mengundang banyak perhatian masyarakat. Beberapa LSM dan masyarakat banyak yang memberikan dukungan kepada Nenek Minah. Kisah ini bermula 2 Agustus lalu. Nenek Minah sedang memanen kedelai di lahan yang dia garap, kebetulan lahan tersebut sedang dikelola oleh PT Rumpun Sari Antan (RSA) untuk tanaman kakao (coklat).</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sedang memanen kedelai, dia melihat ada tiga buah kakao yang sudah ranum berwarna kuning kemerah-merahan. Melihat buah itu, Minah tertarik untuk memetiknya dengan niat bijinya akan ditanam kembali di kebun miliknya. Maka dipetiknyalah buah itu. Setelah dipetik, diletakkan ketiga buah itu di bawah pohon kakaonya, dan kemudian ia melanjutkan pekerjaannya memanen kedelai. Apes baginya, perbuatannya tersebut kepergok oleh mandor perkebunan PT RSA. Nenek Minah kemudian mengembalikan buah kakao yang dia ambil sembari meminta maaf atas perbuatannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya pengembalian kakao dan permintaan maaf belum cukup bagi PT RSA, seminggu setelah kejadian, Nenek Minah dipanggil pihak kepolisian. PT RSA melaporkan perbuatan Nenek Minah kepada polisi. Kasus nenek Minah kemudian disidangkan, dan hasil persidangan adalah seperti apa yang sudah kita ketahui bersama. PT RSA sendiri dalam keterangannya menjelaskan bahwa sudah sangat sering terjadi pencurian buah kakao oleh penduduk sekitar, sehingga penyerahan kasus tersebut ke kepolisian diharapkan bisa memberi efek jerah bagi pencuri kakao.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut banyak pendapat Kisah nenek Minah ini sungguh miris, hanya dengan mengambil beberapa buah kakao yang bernilai tidak seberapa, seorang nenek tua harus dihukum atas perbuatan yang sudah dia sesali. Media banyak membandingkan kisah si nenek dengan kisah para koruptor kelas kakap yang kasus hukumnya mandeg atau diputus bebas. Diskriminasi hukum banyak sekali disorot oleh media terhadap kasus-kasus yang menimpa kaum &#8216;rendahan&#8217;. Seolah-olah hukum yang berlaku bagi masyarakat kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, diskriminasi hukum memang harus segera diberantas. Hukum harus ditegakkan sama rata, orang kecil salah dihukum pun berlaku juga untuk orang besar. Tidak boleh ada perbedaan status di depan hukum. Dan terhadap kasus nenek Minah, hendaknya dijadikan sebagai sebuah pelajaran, bahwa mencuri adalah tetap mencuri  walau sedikit dan itu adalah sebuah kesalahan yang harus diberikan hukuman sesuai dengan tingkat kesalahannya. Menjadi miris memang ketika perbuatan tersebut dilakukan oleh seorang nenek, tapi biarlah itu menjadi pelajaran berharga bagi si nenek agar tidak berulang dikemudian hari. Dan tentu yang terpenting, kita berharap semoga saja penerapan hukum di negeri kita menjadi lebih baik. Semua orang diberlakukan sama didepan hukum.. ya semoga saja&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/kisah-nenek-minah-dan-buah-kakao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan melelahkan tuk menjemput bidadari</title>
		<link>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisahku]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[Macet parah]]></category>
		<category><![CDATA[menjemput istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jum&#8217;at kemaren bisa jadi merupakan hari paling melelahkan sepulang dari kantor. Betapa tidak, perjalanan pulang yang biasanya ditempuh dalam waktu 30-45 menit, kemaren tembus sampai 2 jam lebih. wuaahh&#8230; rekor ini. Dari kantor sebenarnya sudah merasakan hawa2 macet, soalnya setengah jam sebelum jam pulang, hujan sudah turun dengan derasnya. Tapi karena punya kewajiban menjemput [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari Jum&#8217;at kemaren bisa jadi merupakan hari paling melelahkan sepulang dari kantor. Betapa tidak, perjalanan pulang yang biasanya ditempuh dalam waktu 30-45 menit, kemaren tembus sampai 2 jam lebih. wuaahh&#8230; rekor ini. Dari kantor sebenarnya sudah merasakan hawa2 macet, soalnya setengah jam sebelum jam pulang, hujan sudah turun dengan derasnya. Tapi karena punya kewajiban menjemput Istri, mau gak mau harus pulang tepat jam 5. Sejak keluar dari tempat parkir, motorku sudah disambut dengan hujan deras yang membasahi bumi. Dengan hati2 kupacu motorku agar tidak selip.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-447"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan ramai lancar seperti biasa sampai flyover senen. Kemacetan sudah panjang terlihat, mobil-mobil berjejer setengah rapi. &#8220;Ah.. mungkin macet karena lampu merah&#8221; gumamku. Tapi ada sedikit keganjilan, kok motornya ikut-ikutan macet nih, motor yang biasanya mampu meloloskan diri dari kemacetan dengan berlenggak-lenggok melalui sisa jalan sempit, kok ini gak bisa. Sejenak kupandang indikator sisa bensin, masih bisa 2 bar. &#8220;Ah, cukup kayaknya&#8221;. Sejengkal demi sejengkal motorku kupaksa untuk melaju hingga sampailah di Lampu merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan tidak lazim, kesemrawutan terlihat dengan jelas. Mobil saling bersilangan, polisi tidak terlihat batang hidungnya. &#8221; Wah kacau ini, gimana bisa jalan kalau begini.&#8221; Untungnya ada beberapa orang baik yang mau mengatur lalu lintas mobil layaknya seorang polisi. Selamat deh rintangan lampu merah pertama. Namun setelah itu keadaannya tidaklah menjadi lebih baik. Kemacetan sama parahnya dengan sebelumnya. Semua yang namanya kendaraan berhenti total, hanya sesekali berjalan itupun setelah menunggu 5 menitan. Tiba-tiba indikator bensinku terlihat berkedip-kedip. &#8221; Wah tinggal sedikit nih&#8221;. Pola laju motor dengan tarik gas dan berhenti secara simultan nampaknya menguras penggunaan bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati lampu merah kedua, perjalanan agak lebih lancar, motor bisa digeber walau dengan kecepatan 40 km/jam yang sebelumnya dapat kecepatan 10 km/jam aja sudah syukur. Tapi itu hanya berlangsung 1 menit, setelah itu macet lagi. Capek deh.. pinggang pegel, kaki pegel, mata pegel, untung saja motor gak ikut-ikutan pegel. Pingin rasanya berhenti menepi, sambil menunggu kemacetan berlalu. Tapi begitu ingat harus njemput istri akhirnya keinginan tersebut hilang begitu saja. Kulanjutkan perjalanan dengan motorku yang sudah berusia hampir setengah windu. Sejengkal demi sejengkal kupaksa motorku berjalan sampai akhirnya terlihat lampu merah perempatan Matraman dan Pramuka.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oo mungkin karena macet diperempatan tersebut, setelah lampu merah itu bakal lancar&#8221; Gumamku. Tapi setelah ditunggu 5 menit, 10 menit kok gak jalan-jalan juga. Bensin motor dah mau habis lagi. kekhawatiran mulai muncul, &#8220;Gimana nih kalau bensin habis padahal POM bensin masih jauh&#8221;. Setelah semakin mendekat dengan perempatan barulah ketahuan penyebab kesengsaraanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Banjiiiirrrrrrr&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Yup.. banjir menggenang perempatan Matraman-Pramuka dengan kedalaman antara 30-100 cm. Daerah paling parah yang tergenang banjir adalah jalan yang menuju ke arah Pramuka, mungkin 100 cm, mungkin lebih. Tidak ada Kendaraan bermotor yang berani lewat. Kalau memaksakan lewat, pasti mati tuh mesinnya. Aku sendiri menuju ke arah Matraman-Jatinegara, diarah itu banjir menggenangi jalan sekitar 30-60 cm. Paling dangkal ada dijalan paling pinggir dekat trotoar, akibatnya semua pengemudi menepikan kendaraannya. Ada yang coba2 menerobos lewat tengah tapi dia tidak selamat, motornya mati, knalpotnya kemasukan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sendiri berjalan pelan-pelan sambil sesekali melihat apakah air sudah masuk knalpot atau belom. &#8220;Kok makin dalam nih, wah bisa masuk nih air&#8221; Akhirnya kutancap saja itu gas motor, nekat aku. Tinggal beberapa meter lagi. Disetengah beberapa meter tadi motorku sempat mati sebentar walau hidup lagi. Aku cuek, terus saja kugeber itu motor sampai akhirnya selamat diseberang jalan..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8230;&#8230;. &#8221; kataku..</p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaanku berakhir sudah, kutancap gas tuh motor, jalan begitu lengang, kosong melompong. Tapi kok motorku begitu berat tarikannya. Jangan-jangan karena bensinnya yang sudah sangat sedikit  nih atau karena kemasukan air tadi. &#8220;Ah biarin aja&#8221; terus kugeber itu motor sambil senantiasa berdoa agar tetap lancar jaya itu motor minimal sampai POM bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8230; &#8220;  Allah memang Maha Penyayang hambanya. Sampai juga di POM bensin. Kuisi penuh tuh motor sebagai balas jasaku atas kegigihan dia mengantarku sampai POM bensin. Tidak lupa setelah itu kutelpon Istriku dan kujelaskan perihal kemacetan yang menimpaku. Ah. Istriku memang baik hati, tidak terdengar keluhan darinya mengapa sampai terlambat menjemput. Akupun jadi semangat tuk melanjutkan perjalanan menjemput istri tercinta. Dan Alhamdulillah atas karunia dari Allah kami berdua selamat sampai dirumah sekitar jam 19.30 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah Ya Allah, Segala puji hanyalah milik Engkau..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti</title>
		<link>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 17:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebait Syair]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan sembilan senti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya kita membahas tentang bahaya dari rokok dan merokok, kurang lengkap rasanya jika tidak menyimak nasehat yang sangat bagus berupa puisi indah dari seorang Taufik Ismail. Puisi ini bak tamparan sangat keras bagi pecandu dan para pengagum rokok. Puisi ini juga merupakan nasehat berakal bagi mereka yang masih punya akal. Dengan bahasa yang sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya kita membahas tentang <a href="http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/" target="_blank"><strong>bahaya dari rokok dan merokok</strong></a>, kurang lengkap rasanya jika tidak menyimak nasehat yang sangat bagus berupa puisi indah dari seorang Taufik Ismail. Puisi ini bak tamparan sangat keras bagi pecandu dan para pengagum rokok. Puisi ini juga merupakan nasehat berakal bagi mereka yang masih punya akal. Dengan bahasa yang sederhana tapi mengena, maka layak kiranya bagi perokok untuk membaca puisi ini, bahkan kalau perlu dihafal dan diadakan lomba untuk menghafalnya (kalau yg ini kayaknya berlebihan <img src='http://blog.alipha.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Well, berikut ini adalah puisi yang sangat fenomenal tersebut.<span id="more-420"></span></p>
<div>
<p><img class="alignright" title="Rokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/rokok.jpg" alt="" width="172" height="700" /></p>
<p><strong>(Taufiq Ismail)</strong></p>
<p>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-<br />
perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,</p>
<p><span id="more-221"> </span></p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im<br />
sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya<br />
apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk<br />
orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana<br />
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter<br />
tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun<br />
menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut<br />
dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,<br />
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br />
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya<br />
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya<br />
ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,<br />
Bisa ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil,<br />
pertandingan bulutangkis,<br />
turnamen sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik,<br />
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat<br />
dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh,<br />
dengan cueknya,<br />
pakai dasi,<br />
orang-orang goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im<br />
sangat ramah bagi orang perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,<br />
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk<br />
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.<br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka<br />
terselip berhala-berhala kecil,<br />
sembilan senti panjangnya,<br />
putih warnanya,<br />
ke mana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka<br />
memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda<br />
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin<br />
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.<br />
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.<br />
Kalau tak tahan,<br />
Di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum.</p>
<p>Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr.<br />
Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).<br />
Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.<br />
Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.<br />
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,<br />
karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol,<br />
sudah ada babi,<br />
tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,<br />
jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir.<br />
Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,<br />
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok<br />
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,<br />
lebih gawat ketimbang bencana banjir,<br />
gempa bumi dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan,<br />
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan fana<br />
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api<br />
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana,<br />
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Berani Merokok ?</title>
		<link>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 00:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebuah Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya rokok]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba rokok]]></category>
		<category><![CDATA[rokok candu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Aktifitas merokok bagi pecandu rokok mungkin adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, benda 9 senti tersebut layaknya sebuah minuman sangat manis yang bisa melepaskan dahaga peminumnya. Kenikmatan menghisap rokok sudah mengalahkan lezatnya sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Perkataan saya ini bukanlah omong kosong, bukan pula perkataan fiktif penuh rekayasa, tapi itulah kenyataan yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aktifitas merokok bagi pecandu rokok mungkin adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, benda 9 senti tersebut layaknya sebuah minuman sangat manis yang bisa melepaskan dahaga peminumnya. Kenikmatan menghisap rokok sudah mengalahkan lezatnya sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Perkataan saya ini bukanlah omong kosong, bukan pula perkataan fiktif penuh rekayasa, tapi itulah kenyataan yang ada pada sebagian masyarakat kita. Rokok sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak jarang menggeser kebutuhan yang lebih penting seperti sandang dan pangan. tidak percaya ? coba anda lihat tukang becak yang penghasilannya tidak seberapa, mereka rela membuang uang yang sedikit tersebut untuk membeli rokok daripada membeli sepiring makanan. Ini kisah nyata dan begitu jamak terjadi dalam keseharian kita. <span id="more-412"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Rokok adalah candu, lebih berbahaya daripada narkoba. Kalau untuk menghisap sebuah narkoba dibutuhkan uang yang cukup banyak tidak demikian untuk rokok. Hanya bermodal beberapa ribu seseorang bisa menikmati sebungkus rokok.  Oleh karena itulah rokok adalah sebuah musibah besar bagi anak manusia. Bagi anda yang masih merokok coba perhatikan bahaya dari merokok sebagai berikut :</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 2px 8px;" title="Bahaya Merokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/bahaya_rokok1.jpg" alt="" width="309" height="305" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Asap Rokok</strong> mengandung 4o bahan kimia penyebab kanker, sejumlah kecil racun seperti arsenikum, dan sianida serta lebih dari 4000 bahan kimia lain.<br />
<strong>Saat merokok</strong>, serangkaian bahan kimiawi ini menjelajah ke organ vital tubuh macam otak, paru-paru, jantung dan pembuluh darah.  Udah gitu, tubuh kita jadi terpolusi bahan kimiawi yang bisa memicu Kanker dan Kecanduan.<br />
<strong>Banyak yang tahu</strong>, merokok dan kanker paru-paru itu berhubungan erat. Belom lagi kematian akibat merokok yang banyak ditemukan).<br />
<strong>Asap rokok</strong> juga mengandung Karbon Monoksida yang kalo dihirup bakalan nge-ganti fungsi Oksigen di sel-sel darah terus ngambil zat makanan dari jantung, otak, dan organ tubuh lain. Selain itu, dengan merokok, kita juga mematikan indra pengecap dan pencium sehingga kita gak bisa lagi ngerasain lezatnya makanan seperti biasanya.<br />
<strong>Unsur utama</strong> dalam rokok yaitu Nikotin. Nikotin ini ngerangsang zat kimia di otak yang mengakibatkan kecanduan. Zat kimia ini merangsang kelenjar adrenalin untuk memproduksi hormon yang mengganggu jantung akibat tekanan darah dan denyut jantung meningkat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Bahaya Merokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/bahaya_rokok.jpg" alt="" width="533" height="305" /></p>
<p style="text-align: justify;">Disamping itu bahaya tidak hanya mengintai anda penghisap rokok, tapi juga membahayakan bagi orang-orang di sekitar anda. Bahaya bagi mereka adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berisiko juga terkena kanker paru-paru dan penyakit jantung.</strong><br />
Bagi perokok pasifyang menderita penyakit pernafasan atau penyakit jantung, serta orang tua, mereka bahkan lebih rentan dengan asap rokok yang kita hembusin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anak-anak berusia kurang dari 1 taon juga bakal lebih sering masuk Rumah Sakit</strong> karena ganguan penyakit pernafasan. Selain itu, anak-anak yang jadi perokok pasif juga beresiko menderita infeksi telinga,pneumonia, dan bronkitis.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, <strong>seorang ibu yang merokok selama dan setelah kehamilan</strong> ; berisiko 3x lebih besar menyebabkan sang bayi meninggal akibat sindrom kematian mendadak.</p>
<p>Jadi Masih beranikah anda merokok ? kalau jawabannya<strong> masih</strong>, maka jangan salahkan apabila saya mengatakan bahwa anda adalah seseorang yang bebal.</p>
<p>Penjelasan bahaya rokok diambil dari oktavita.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Air Mata Cinta</title>
		<link>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[bukti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini maka kamu akan melihat indahnya keindahan. Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga. Selamilah kehidupan dalam sanubarimu maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya. Satukan hatimu padaku maka aku akan menyatukan akalku padamu. Berikan tanganmu kepadaku maka sungguh aku berharap dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini maka kamu akan melihat indahnya keindahan. Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga. Selamilah kehidupan dalam sanubarimu maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya. Satukan hatimu padaku maka aku akan menyatukan akalku padamu. Berikan tanganmu kepadaku maka sungguh aku berharap dapat memberimu kehidupan yang damai lagi bahagia dengan seizin Allah. Bukalah dadamu, aku akan memenuhinya dengan kehangatan, cinta dan kejujuran. Bersamalah denganku supaya aku menjadi milikmu dan sebagaimana yang kamu cintai.<img title="More..." src="http://blog.alipha.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-402"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikan kepadaku air mata yang akan menghidupkan hatimu dan menghibur jiwamu. Sebab air mata kita adalah tinta untuk berfikir. Ungkapan-ungkapan kita teguh diatas prinsip dan tangisan kita senantiasa berada diatas Manhaj. Bila kita menuntun hati kita dengan cinta kepada selain yang layak dicintai, maka kita kehilangan milik kita yang paling kita banggakan. Bila kita sedang mencari-cari tempat keberadaan cinta itu, sedangkan kita menyangka keberadaannya, sesungguhnya kita perlu untuk mencintai tapi tidak berlebih-lebihan, menyenangi tapi tidak berlebihan dan rindu tapi dengan pembatasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hati adalah perbendaharaan yang hanya bisa dibaca oleh pemiliknya, dan ketenangan batin adalah cahaya yang bersinar dalam kegelapan, mata air yang memancar ditengah gurun pasir, dan perbendaharaan yang berada dalam rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Berapa banyak waktu yang hilang demi cinta ? berapa banyak pikiran yang terkuras demi cinta ? kita tenggelamkan hari kita dalam huruf-huruf cinta !! Pecinta hidup diantara ingat dan lupa, pecinta tidak tahu antara tersambung dan terhalang, cinta membahagiakan dalam nama dan menyengsarakan dalam tulisan, indah dalam gambar dan buram dalam hakikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Cinta adalah mahkota tapi dari besi, harta benda tapi dari tanah, dan tambang tapi dari fatamorgana. Cinta apapun yang diklaim maka itu terbatas. Sebab hubungan antar manusia pada umumnya dibangun atas dasar kepentingan, meskipun keindahan itu bermacam-macam dan keanekaragaman itu indah. Setiap hati memiliki tabiat cinta yang mengalirkan manisnya kesenangan. Seandainya manusia bisa melihat hati orang-orang yang keras hatinya, niscaya mereka akan menemukan didalamnya cinta dan kasih sayang yang memancar, akan tetapi cinta dan kasih tersebut tumpah ditanah yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebahagiaan apakah yang menyamai kebahagiaan dalam cinta ? kesuksesan akhir apakah yang menyamai cinta itu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” Yang bermanfaat bagi hamba hanyalah cinta karena Allah terhadap manusia yang dicintai-Nya, seperti para nabi dan shalihin; karena mencintai mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah serta cinta-Nya. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang berhak mendapatkan cinta Allah. <strong><sup> </sup></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika hati hamba telah terpaut kepada Allah, maka ia mencintai segala yang mendekatkan diri kepadaNya serta semakin menambah kedekatan. Ia selamanya lebih mencintai Allah. Tiada cinta yang menyamai cinta tersebut. ia hanya mencintai Allah dan mencintai karena-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” jika kamu mencintai seseorang karena Allah, maka sebenarnya Allah jualah yang kamu cintai. Setiap kali kamu mengilustrasikan-Nya dalam hatimu, maka kamu mengilustrasikan Kekasih yang sejati lalu kamu mencintainya, sehingga bertambahlah cintamu kepada Allah. Demikian pula ketika kamu mengingat Nabi Sholallahu Alaihi Wa Sallam dan para Nabi dan Rasul sebelumnya serta para sahabat mereka yang shalih, dan kamu mengilustrasikan mereka dalam hatimu, maka itu akan membawa hatimu kepada cinta Allah yang memberi nikmat kepada mereka, apabila kamu mencintai mereka karena Allah; sebab orang yang dicintai karena Allah akan membawa kepada Mahabbatullah (cinta Allah). Orang yang mencintai karena Allah, apabila mencintai seseorang karena Allah, maka Allahlah sebenarnya yang dicintainya; sebab dia senang kekasihnya membawanya kepada Allah. Masing-masing, baik orang yang mencintai karena Allah maupun orang yang dicintai karena Allah akan mengantarkan kepada Allah<sup><strong>.</strong></sup><strong><sup> </sup></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu keniscayaan bahwa iman seorang muslim itu tidak terwujud melainkan dengan mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam dan mengagungkannya, sebab beliau adalah Rasul Allah yang terakhir dan penutup para Nabi Allah berfirman :</p>
<pre dir="rtl">مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ</pre>
<p style="text-align: justify;"><em>” Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.”</em> ( Al Ahzab : 40 )</p>
<p>Beliau memiliki akhlak yang luhur, dengan kesaksian Rabb semesta Alam :</p>
<p dir="rtl">وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</p>
<p><em>” Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”</em> ( Al Qolam : 4 )</p>
<p>Lemah Lembut, tidak keras lagi berhati kasar :</p>
<p dir="rtl">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ</p>
<p><em>” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”</em> ( Ali Imran : 159)</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat menginginkan agar manusia mendapatkan hidayah. Beliau nyaris mencelakakan dirinya karena bersedih karena sangat mengharapkan keimanan mereka :</p>
<p dir="rtl">لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ</p>
<p><em>” Boleh Jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka  tidak beriman. “</em> ( Asy Syu’araa’ : 3 )</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu wajib bagi kita mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam. Bahkan cinta kita kepada Nabi adalah bukti sempurnanya iman kita. Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bahkan Kita harus lebih mencintai Rasulullah daripada diri-diri kita sendiri. </em>Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wasalam :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.”</em><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Cinta kepada Allah bukan sekedar kata-kata dan bukan sekedar cerita. Demikian pula cinta kepada Rasulullah. Sebagaimana halnya cinta kepada beliau “bukan sekedar dakwah dengan lisan dan tidak pula cukup cinta dengan hati, bahkan harus disertai dengan Ittiba’ (mengikuti dan meniru) kepada Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam, meniti diatas petunjuknya, dan merealisasikan manhaj beliau dalam kehidupan. Sebab cinta itu bukan nada-nada yang dilagukan, bukan kasidah-kasidah yang disenandungkan, dan bukan pula semata-mata kata-kata yang diucapkan. Akan tetapi cinta adalah mentaati Allah dan Rasul-Nya. Ingin tahu bagaimana cara yang benar mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam ?? Ingin tahu pula bagaimana orang2 sholih mencintai beliau ?? Silahkan pembaca merujuk kepada kitab diatas. Banyak manfaatnya insya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis buku : <em><span style="color: blue;">Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al Fauzan</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
