<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alipha&#039;s Weblog &#187; Search Results  &#187;  bahaya rokok</title>
	<atom:link href="http://blog.alipha.net/?s=bahaya%20rokok&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.alipha.net</link>
	<description>Sepenggal Kisah Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Jun 2010 13:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tuhan Sembilan Senti</title>
		<link>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 17:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebait Syair]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan sembilan senti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya kita membahas tentang bahaya dari rokok dan merokok, kurang lengkap rasanya jika tidak menyimak nasehat yang sangat bagus berupa puisi indah dari seorang Taufik Ismail. Puisi ini bak tamparan sangat keras bagi pecandu dan para pengagum rokok. Puisi ini juga merupakan nasehat berakal bagi mereka yang masih punya akal. Dengan bahasa yang sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya kita membahas tentang <a href="http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/" target="_blank"><strong>bahaya dari rokok dan merokok</strong></a>, kurang lengkap rasanya jika tidak menyimak nasehat yang sangat bagus berupa puisi indah dari seorang Taufik Ismail. Puisi ini bak tamparan sangat keras bagi pecandu dan para pengagum rokok. Puisi ini juga merupakan nasehat berakal bagi mereka yang masih punya akal. Dengan bahasa yang sederhana tapi mengena, maka layak kiranya bagi perokok untuk membaca puisi ini, bahkan kalau perlu dihafal dan diadakan lomba untuk menghafalnya (kalau yg ini kayaknya berlebihan <img src='http://blog.alipha.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Well, berikut ini adalah puisi yang sangat fenomenal tersebut.<span id="more-420"></span></p>
<div>
<p><img class="alignright" title="Rokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/rokok.jpg" alt="" width="172" height="700" /></p>
<p><strong>(Taufiq Ismail)</strong></p>
<p>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di sawah petani merokok,<br />
di pabrik pekerja merokok,<br />
di kantor pegawai merokok,<br />
di kabinet menteri merokok,<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok,<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,<br />
hansip-bintara-<br />
perwira nongkrong merokok,<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,</p>
<p><span id="more-221"> </span></p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im<br />
sangat ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya<br />
apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk<br />
orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok,<br />
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana<br />
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,<br />
tapi tempat cobaan sangat berat<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter<br />
tak tertahankan asap rokok,<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun<br />
menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut<br />
dan hidungnya mirip asbak rokok,</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,<br />
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.<br />
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya<br />
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,<br />
kita ketularan penyakitnya.<br />
Nikotin lebih jahat penularannya<br />
ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,<br />
Bisa ketularan kena,</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil,<br />
pertandingan bulutangkis,<br />
turnamen sepakbola<br />
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik,<br />
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat<br />
dengan tak acuh orang goblok merokok,<br />
di ruang sidang ber-AC penuh,<br />
dengan cueknya,<br />
pakai dasi,<br />
orang-orang goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im<br />
sangat ramah bagi orang perokok,<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup<br />
bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,<br />
diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,<br />
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk<br />
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.<br />
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka<br />
terselip berhala-berhala kecil,<br />
sembilan senti panjangnya,<br />
putih warnanya,<br />
ke mana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka<br />
memegang rokok dengan tangan kanan,<br />
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.<br />
Inikah gerangan pertanda<br />
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin<br />
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.<br />
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.<br />
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.<br />
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.<br />
Kalau tak tahan,<br />
Di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum.</p>
<p>Min fadhlik, ya ustadz.<br />
25 penyakit ada dalam khamr.<br />
Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).<br />
Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.<br />
Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.<br />
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.<br />
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,<br />
karena pada zaman Rasulullah dahulu,<br />
sudah ada alkohol,<br />
sudah ada babi,<br />
tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,<br />
jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,<br />
yaitu ujung rokok mereka.<br />
Kini mereka berfikir.<br />
Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,<br />
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,<br />
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok<br />
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,<br />
lebih gawat ketimbang bencana banjir,<br />
gempa bumi dan longsor,<br />
cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan,<br />
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,<br />
jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,<br />
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,<br />
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan fana<br />
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api<br />
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana,<br />
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/tuhan-sembilan-senti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Berani Merokok ?</title>
		<link>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 00:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebuah Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya rokok]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba rokok]]></category>
		<category><![CDATA[rokok candu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Aktifitas merokok bagi pecandu rokok mungkin adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, benda 9 senti tersebut layaknya sebuah minuman sangat manis yang bisa melepaskan dahaga peminumnya. Kenikmatan menghisap rokok sudah mengalahkan lezatnya sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Perkataan saya ini bukanlah omong kosong, bukan pula perkataan fiktif penuh rekayasa, tapi itulah kenyataan yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aktifitas merokok bagi pecandu rokok mungkin adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Betapa tidak, benda 9 senti tersebut layaknya sebuah minuman sangat manis yang bisa melepaskan dahaga peminumnya. Kenikmatan menghisap rokok sudah mengalahkan lezatnya sepiring nasi lengkap dengan lauknya. Perkataan saya ini bukanlah omong kosong, bukan pula perkataan fiktif penuh rekayasa, tapi itulah kenyataan yang ada pada sebagian masyarakat kita. Rokok sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak jarang menggeser kebutuhan yang lebih penting seperti sandang dan pangan. tidak percaya ? coba anda lihat tukang becak yang penghasilannya tidak seberapa, mereka rela membuang uang yang sedikit tersebut untuk membeli rokok daripada membeli sepiring makanan. Ini kisah nyata dan begitu jamak terjadi dalam keseharian kita. <span id="more-412"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Rokok adalah candu, lebih berbahaya daripada narkoba. Kalau untuk menghisap sebuah narkoba dibutuhkan uang yang cukup banyak tidak demikian untuk rokok. Hanya bermodal beberapa ribu seseorang bisa menikmati sebungkus rokok.  Oleh karena itulah rokok adalah sebuah musibah besar bagi anak manusia. Bagi anda yang masih merokok coba perhatikan bahaya dari merokok sebagai berikut :</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 2px 8px;" title="Bahaya Merokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/bahaya_rokok1.jpg" alt="" width="309" height="305" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Asap Rokok</strong> mengandung 4o bahan kimia penyebab kanker, sejumlah kecil racun seperti arsenikum, dan sianida serta lebih dari 4000 bahan kimia lain.<br />
<strong>Saat merokok</strong>, serangkaian bahan kimiawi ini menjelajah ke organ vital tubuh macam otak, paru-paru, jantung dan pembuluh darah.  Udah gitu, tubuh kita jadi terpolusi bahan kimiawi yang bisa memicu Kanker dan Kecanduan.<br />
<strong>Banyak yang tahu</strong>, merokok dan kanker paru-paru itu berhubungan erat. Belom lagi kematian akibat merokok yang banyak ditemukan).<br />
<strong>Asap rokok</strong> juga mengandung Karbon Monoksida yang kalo dihirup bakalan nge-ganti fungsi Oksigen di sel-sel darah terus ngambil zat makanan dari jantung, otak, dan organ tubuh lain. Selain itu, dengan merokok, kita juga mematikan indra pengecap dan pencium sehingga kita gak bisa lagi ngerasain lezatnya makanan seperti biasanya.<br />
<strong>Unsur utama</strong> dalam rokok yaitu Nikotin. Nikotin ini ngerangsang zat kimia di otak yang mengakibatkan kecanduan. Zat kimia ini merangsang kelenjar adrenalin untuk memproduksi hormon yang mengganggu jantung akibat tekanan darah dan denyut jantung meningkat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Bahaya Merokok" src="http://blog.alipha.net/wp-content/Images/bahaya_rokok.jpg" alt="" width="533" height="305" /></p>
<p style="text-align: justify;">Disamping itu bahaya tidak hanya mengintai anda penghisap rokok, tapi juga membahayakan bagi orang-orang di sekitar anda. Bahaya bagi mereka adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berisiko juga terkena kanker paru-paru dan penyakit jantung.</strong><br />
Bagi perokok pasifyang menderita penyakit pernafasan atau penyakit jantung, serta orang tua, mereka bahkan lebih rentan dengan asap rokok yang kita hembusin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anak-anak berusia kurang dari 1 taon juga bakal lebih sering masuk Rumah Sakit</strong> karena ganguan penyakit pernafasan. Selain itu, anak-anak yang jadi perokok pasif juga beresiko menderita infeksi telinga,pneumonia, dan bronkitis.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, <strong>seorang ibu yang merokok selama dan setelah kehamilan</strong> ; berisiko 3x lebih besar menyebabkan sang bayi meninggal akibat sindrom kematian mendadak.</p>
<p>Jadi Masih beranikah anda merokok ? kalau jawabannya<strong> masih</strong>, maka jangan salahkan apabila saya mengatakan bahwa anda adalah seseorang yang bebal.</p>
<p>Penjelasan bahaya rokok diambil dari oktavita.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/masih-berani-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
