<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alipha&#039;s Weblog &#187; Search Results  &#187;  air mata cinta</title>
	<atom:link href="http://blog.alipha.net/?s=air%20mata%20cinta&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.alipha.net</link>
	<description>Sepenggal Kisah Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Jun 2010 13:38:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perjalanan melelahkan tuk menjemput bidadari</title>
		<link>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisahku]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[Macet parah]]></category>
		<category><![CDATA[menjemput istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jum&#8217;at kemaren bisa jadi merupakan hari paling melelahkan sepulang dari kantor. Betapa tidak, perjalanan pulang yang biasanya ditempuh dalam waktu 30-45 menit, kemaren tembus sampai 2 jam lebih. wuaahh&#8230; rekor ini. Dari kantor sebenarnya sudah merasakan hawa2 macet, soalnya setengah jam sebelum jam pulang, hujan sudah turun dengan derasnya. Tapi karena punya kewajiban menjemput [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari Jum&#8217;at kemaren bisa jadi merupakan hari paling melelahkan sepulang dari kantor. Betapa tidak, perjalanan pulang yang biasanya ditempuh dalam waktu 30-45 menit, kemaren tembus sampai 2 jam lebih. wuaahh&#8230; rekor ini. Dari kantor sebenarnya sudah merasakan hawa2 macet, soalnya setengah jam sebelum jam pulang, hujan sudah turun dengan derasnya. Tapi karena punya kewajiban menjemput Istri, mau gak mau harus pulang tepat jam 5. Sejak keluar dari tempat parkir, motorku sudah disambut dengan hujan deras yang membasahi bumi. Dengan hati2 kupacu motorku agar tidak selip.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-447"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan ramai lancar seperti biasa sampai flyover senen. Kemacetan sudah panjang terlihat, mobil-mobil berjejer setengah rapi. &#8220;Ah.. mungkin macet karena lampu merah&#8221; gumamku. Tapi ada sedikit keganjilan, kok motornya ikut-ikutan macet nih, motor yang biasanya mampu meloloskan diri dari kemacetan dengan berlenggak-lenggok melalui sisa jalan sempit, kok ini gak bisa. Sejenak kupandang indikator sisa bensin, masih bisa 2 bar. &#8220;Ah, cukup kayaknya&#8221;. Sejengkal demi sejengkal motorku kupaksa untuk melaju hingga sampailah di Lampu merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan tidak lazim, kesemrawutan terlihat dengan jelas. Mobil saling bersilangan, polisi tidak terlihat batang hidungnya. &#8221; Wah kacau ini, gimana bisa jalan kalau begini.&#8221; Untungnya ada beberapa orang baik yang mau mengatur lalu lintas mobil layaknya seorang polisi. Selamat deh rintangan lampu merah pertama. Namun setelah itu keadaannya tidaklah menjadi lebih baik. Kemacetan sama parahnya dengan sebelumnya. Semua yang namanya kendaraan berhenti total, hanya sesekali berjalan itupun setelah menunggu 5 menitan. Tiba-tiba indikator bensinku terlihat berkedip-kedip. &#8221; Wah tinggal sedikit nih&#8221;. Pola laju motor dengan tarik gas dan berhenti secara simultan nampaknya menguras penggunaan bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati lampu merah kedua, perjalanan agak lebih lancar, motor bisa digeber walau dengan kecepatan 40 km/jam yang sebelumnya dapat kecepatan 10 km/jam aja sudah syukur. Tapi itu hanya berlangsung 1 menit, setelah itu macet lagi. Capek deh.. pinggang pegel, kaki pegel, mata pegel, untung saja motor gak ikut-ikutan pegel. Pingin rasanya berhenti menepi, sambil menunggu kemacetan berlalu. Tapi begitu ingat harus njemput istri akhirnya keinginan tersebut hilang begitu saja. Kulanjutkan perjalanan dengan motorku yang sudah berusia hampir setengah windu. Sejengkal demi sejengkal kupaksa motorku berjalan sampai akhirnya terlihat lampu merah perempatan Matraman dan Pramuka.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oo mungkin karena macet diperempatan tersebut, setelah lampu merah itu bakal lancar&#8221; Gumamku. Tapi setelah ditunggu 5 menit, 10 menit kok gak jalan-jalan juga. Bensin motor dah mau habis lagi. kekhawatiran mulai muncul, &#8220;Gimana nih kalau bensin habis padahal POM bensin masih jauh&#8221;. Setelah semakin mendekat dengan perempatan barulah ketahuan penyebab kesengsaraanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Banjiiiirrrrrrr&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Yup.. banjir menggenang perempatan Matraman-Pramuka dengan kedalaman antara 30-100 cm. Daerah paling parah yang tergenang banjir adalah jalan yang menuju ke arah Pramuka, mungkin 100 cm, mungkin lebih. Tidak ada Kendaraan bermotor yang berani lewat. Kalau memaksakan lewat, pasti mati tuh mesinnya. Aku sendiri menuju ke arah Matraman-Jatinegara, diarah itu banjir menggenangi jalan sekitar 30-60 cm. Paling dangkal ada dijalan paling pinggir dekat trotoar, akibatnya semua pengemudi menepikan kendaraannya. Ada yang coba2 menerobos lewat tengah tapi dia tidak selamat, motornya mati, knalpotnya kemasukan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sendiri berjalan pelan-pelan sambil sesekali melihat apakah air sudah masuk knalpot atau belom. &#8220;Kok makin dalam nih, wah bisa masuk nih air&#8221; Akhirnya kutancap saja itu gas motor, nekat aku. Tinggal beberapa meter lagi. Disetengah beberapa meter tadi motorku sempat mati sebentar walau hidup lagi. Aku cuek, terus saja kugeber itu motor sampai akhirnya selamat diseberang jalan..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8230;&#8230;. &#8221; kataku..</p>
<p style="text-align: justify;">Penderitaanku berakhir sudah, kutancap gas tuh motor, jalan begitu lengang, kosong melompong. Tapi kok motorku begitu berat tarikannya. Jangan-jangan karena bensinnya yang sudah sangat sedikit  nih atau karena kemasukan air tadi. &#8220;Ah biarin aja&#8221; terus kugeber itu motor sambil senantiasa berdoa agar tetap lancar jaya itu motor minimal sampai POM bensin.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8230; &#8220;  Allah memang Maha Penyayang hambanya. Sampai juga di POM bensin. Kuisi penuh tuh motor sebagai balas jasaku atas kegigihan dia mengantarku sampai POM bensin. Tidak lupa setelah itu kutelpon Istriku dan kujelaskan perihal kemacetan yang menimpaku. Ah. Istriku memang baik hati, tidak terdengar keluhan darinya mengapa sampai terlambat menjemput. Akupun jadi semangat tuk melanjutkan perjalanan menjemput istri tercinta. Dan Alhamdulillah atas karunia dari Allah kami berdua selamat sampai dirumah sekitar jam 19.30 WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alhamdulillah Ya Allah, Segala puji hanyalah milik Engkau..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/perjalanan-melelahkan-tuk-menjemput-bidadari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Air Mata Cinta</title>
		<link>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/</link>
		<comments>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alipha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[bukti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alipha.net/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini maka kamu akan melihat indahnya keindahan. Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga. Selamilah kehidupan dalam sanubarimu maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya. Satukan hatimu padaku maka aku akan menyatukan akalku padamu. Berikan tanganmu kepadaku maka sungguh aku berharap dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini maka kamu akan melihat indahnya keindahan. Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga. Selamilah kehidupan dalam sanubarimu maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya. Satukan hatimu padaku maka aku akan menyatukan akalku padamu. Berikan tanganmu kepadaku maka sungguh aku berharap dapat memberimu kehidupan yang damai lagi bahagia dengan seizin Allah. Bukalah dadamu, aku akan memenuhinya dengan kehangatan, cinta dan kejujuran. Bersamalah denganku supaya aku menjadi milikmu dan sebagaimana yang kamu cintai.<img title="More..." src="http://blog.alipha.net/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-402"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikan kepadaku air mata yang akan menghidupkan hatimu dan menghibur jiwamu. Sebab air mata kita adalah tinta untuk berfikir. Ungkapan-ungkapan kita teguh diatas prinsip dan tangisan kita senantiasa berada diatas Manhaj. Bila kita menuntun hati kita dengan cinta kepada selain yang layak dicintai, maka kita kehilangan milik kita yang paling kita banggakan. Bila kita sedang mencari-cari tempat keberadaan cinta itu, sedangkan kita menyangka keberadaannya, sesungguhnya kita perlu untuk mencintai tapi tidak berlebih-lebihan, menyenangi tapi tidak berlebihan dan rindu tapi dengan pembatasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hati adalah perbendaharaan yang hanya bisa dibaca oleh pemiliknya, dan ketenangan batin adalah cahaya yang bersinar dalam kegelapan, mata air yang memancar ditengah gurun pasir, dan perbendaharaan yang berada dalam rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Berapa banyak waktu yang hilang demi cinta ? berapa banyak pikiran yang terkuras demi cinta ? kita tenggelamkan hari kita dalam huruf-huruf cinta !! Pecinta hidup diantara ingat dan lupa, pecinta tidak tahu antara tersambung dan terhalang, cinta membahagiakan dalam nama dan menyengsarakan dalam tulisan, indah dalam gambar dan buram dalam hakikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Cinta adalah mahkota tapi dari besi, harta benda tapi dari tanah, dan tambang tapi dari fatamorgana. Cinta apapun yang diklaim maka itu terbatas. Sebab hubungan antar manusia pada umumnya dibangun atas dasar kepentingan, meskipun keindahan itu bermacam-macam dan keanekaragaman itu indah. Setiap hati memiliki tabiat cinta yang mengalirkan manisnya kesenangan. Seandainya manusia bisa melihat hati orang-orang yang keras hatinya, niscaya mereka akan menemukan didalamnya cinta dan kasih sayang yang memancar, akan tetapi cinta dan kasih tersebut tumpah ditanah yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebahagiaan apakah yang menyamai kebahagiaan dalam cinta ? kesuksesan akhir apakah yang menyamai cinta itu ?</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” Yang bermanfaat bagi hamba hanyalah cinta karena Allah terhadap manusia yang dicintai-Nya, seperti para nabi dan shalihin; karena mencintai mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah serta cinta-Nya. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang berhak mendapatkan cinta Allah. <strong><sup> </sup></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika hati hamba telah terpaut kepada Allah, maka ia mencintai segala yang mendekatkan diri kepadaNya serta semakin menambah kedekatan. Ia selamanya lebih mencintai Allah. Tiada cinta yang menyamai cinta tersebut. ia hanya mencintai Allah dan mencintai karena-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” jika kamu mencintai seseorang karena Allah, maka sebenarnya Allah jualah yang kamu cintai. Setiap kali kamu mengilustrasikan-Nya dalam hatimu, maka kamu mengilustrasikan Kekasih yang sejati lalu kamu mencintainya, sehingga bertambahlah cintamu kepada Allah. Demikian pula ketika kamu mengingat Nabi Sholallahu Alaihi Wa Sallam dan para Nabi dan Rasul sebelumnya serta para sahabat mereka yang shalih, dan kamu mengilustrasikan mereka dalam hatimu, maka itu akan membawa hatimu kepada cinta Allah yang memberi nikmat kepada mereka, apabila kamu mencintai mereka karena Allah; sebab orang yang dicintai karena Allah akan membawa kepada Mahabbatullah (cinta Allah). Orang yang mencintai karena Allah, apabila mencintai seseorang karena Allah, maka Allahlah sebenarnya yang dicintainya; sebab dia senang kekasihnya membawanya kepada Allah. Masing-masing, baik orang yang mencintai karena Allah maupun orang yang dicintai karena Allah akan mengantarkan kepada Allah<sup><strong>.</strong></sup><strong><sup> </sup></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu keniscayaan bahwa iman seorang muslim itu tidak terwujud melainkan dengan mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam dan mengagungkannya, sebab beliau adalah Rasul Allah yang terakhir dan penutup para Nabi Allah berfirman :</p>
<pre dir="rtl">مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ</pre>
<p style="text-align: justify;"><em>” Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.”</em> ( Al Ahzab : 40 )</p>
<p>Beliau memiliki akhlak yang luhur, dengan kesaksian Rabb semesta Alam :</p>
<p dir="rtl">وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</p>
<p><em>” Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”</em> ( Al Qolam : 4 )</p>
<p>Lemah Lembut, tidak keras lagi berhati kasar :</p>
<p dir="rtl">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ</p>
<p><em>” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”</em> ( Ali Imran : 159)</p>
<p style="text-align: justify;">Sangat menginginkan agar manusia mendapatkan hidayah. Beliau nyaris mencelakakan dirinya karena bersedih karena sangat mengharapkan keimanan mereka :</p>
<p dir="rtl">لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ</p>
<p><em>” Boleh Jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka  tidak beriman. “</em> ( Asy Syu’araa’ : 3 )</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu wajib bagi kita mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam. Bahkan cinta kita kepada Nabi adalah bukti sempurnanya iman kita. Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bahkan Kita harus lebih mencintai Rasulullah daripada diri-diri kita sendiri. </em>Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wasalam :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.”</em><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;">Cinta kepada Allah bukan sekedar kata-kata dan bukan sekedar cerita. Demikian pula cinta kepada Rasulullah. Sebagaimana halnya cinta kepada beliau “bukan sekedar dakwah dengan lisan dan tidak pula cukup cinta dengan hati, bahkan harus disertai dengan Ittiba’ (mengikuti dan meniru) kepada Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam, meniti diatas petunjuknya, dan merealisasikan manhaj beliau dalam kehidupan. Sebab cinta itu bukan nada-nada yang dilagukan, bukan kasidah-kasidah yang disenandungkan, dan bukan pula semata-mata kata-kata yang diucapkan. Akan tetapi cinta adalah mentaati Allah dan Rasul-Nya. Ingin tahu bagaimana cara yang benar mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam ?? Ingin tahu pula bagaimana orang2 sholih mencintai beliau ?? Silahkan pembaca merujuk kepada kitab diatas. Banyak manfaatnya insya Allah.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis buku : <em><span style="color: blue;">Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al Fauzan</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alipha.net/setetes-air-mata-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
